CURCOL

Curcol (20) Fiksi (9) Opini (19) fenomena (20)

Senin, 01 Oktober 2012

Felt



Ternyata tidak mudah menghapus bayangan mu dalam benak ku. Walau sesaat, kenangan hari itu seperti kisah tiada Akhir. Atau itu hanya khayalku Yang terlalu banyak mengcreate cerita?

Sejak kau katakan jangan menaruh hati pada mu, saat itu pula benih rasa sederhana yang Ada semakin tumbuh dan semakin kuat. Bagaiamana ku sanggup menghalau nYa, jika setiap ruang ku selalu ada sosok mu?

Bagaimana aku mampu berkatA tidak pada hati ku sendiri, sementara aku membutuhkannYa?

Aku hanya perlu waktu untuk benar-benar meyakinkan diri sendiri bahwa ini hanya kekaguman, rasa hormat akan diri mu, bukan suatu kondisi Yang melibatkan feel bernama asmara



 Prapanca Raya, September 2012

Senin, 24 September 2012

KALAH JUDI


Maaf, jika Aku tak mau bicara
Tentang kekalahan ku hari itu
Saat dimana aku kehilangan segala yang kupunya
Segala yang ku miliki

Maaf, jika aku tak mau membahasnya
Karena tak ada lagi yang tersisa
semua kartu telah habis aku keluarkan
Hingga tak ada lagi kartu truf untuk ku mainkan
Itu sangat menyakitkan, kamu tau itu?

Sungguh, Tidak ada yang bisa ku katakan
Yang menang telah mengambil semua nya
Yang kalah Cuma bisa pias di pojokan
Ini bukan sekedar permainan, Ini pertaruhan.

Andai kamu tau,
Betapa aku merasa bodoh, karena ku pikir akulah pemenang nya
Aku merasa bodoh, percaya diri bahwa aku bisa melawannya
Aku merasa bodoh, harus bermain mengikuti aturan

Katakan pada ku,
Bagaimana rasa ciuman nya? Apakah seperti ciuman ku?
Bagaimana dia panggil nama mu? Apakah sama rasa nya
Seperti ketika aku menyebut nama mu?
Kamu tau pasti, di dasar hati ku yang terdalam
Aku masih merindukan mu

Maaf, kalo aku tidak mau mengungkit nya
Karena itu membuat ku sangat terluka
Tolong, jangan merasa bersalah, karena kamu tidak salah
Peraturan adalah peraturan, kita harus terima bukan?
Rasanya jabat tangan adalah yang terbaik

Hidup adalah perjudian
Ada yang kalah dan ada yang menang
Dan pemenang telah mengambil semuanya


Dari aku yang kalah

Brawijaya Raya, 12 September 2012





Insipired by : ABBA

AKU DAN PERPISAHAN

Aku benci melihat punggung mu berlalu
Benci harus menatap diri mu yang kemudian menjauh & menghilang

Aku benci menatap mata mu
Mata yang memberikan keteduhan
Mata yang mengirim kehangatan
Mata yang menumpahkan kesejukan
Dan sekarang Harus pergi bersama mu

Aku benci harus memeluk mu
Dekapan yang makin lama makin berat untuk ku lepas
Seperti tak rela harus kehilangan jiwa
Sementara disudut sana ada luka

Aku benci mendengar mu berkata "aku pergi ya"
Itu kalimat paling merobek diantara berjuta aksara
Kalimat yang tak pernah aku bisa rela menerima nya

Aku benci harus jauh dari mu
Aku benci Perpisahan ...



Permata Hijau, September 2012

Senin, 10 September 2012

KENANGAN



Jika aku mati, apa yang paling kau kenang tentang aku?

Demikian suatu pertanyaan yang pernah Ia lontarkan beberapa waktu yang lalu. Sungguh suatu pertanyaan yang tidak setiap orang terpikirkan, bahkan untuk di sampaikan

Satu-satu para sahabatnya menjawab

“segala kabaikan mu, sobat”

Dalam hati kecilnya ia bertanya, kebaikan macam apa? Sungguhkan Ia  orang baik seperti yang di katakan? Sebagi manusia biasa yang sering berbuat khilaf, bahkan juga kesalahan yang di sengaja maupun di rencanakan, masih  pantas kah itu di kenang sebagai kebaikan? Tapi jika memang Iya, Ia hanya bisa bersukur, ternyata sekotor apapun manusia, dirinya masih memiliki sisi baik

“Kasih tau nggak yaaa …”

Seperti hal nya kebanyakan pertanyaan serius yang di jawab becanda, atau pertanyaan becanda yang di tanggapi serius, ia berfikir, mungkin bagi temannya tidak ada apapun yang bisa di ingat. Mungkin ini lebih baik, daripada harus terkenang hal-hal yang tidak menyenangkan. Terkadang “tidak saling mengenal” lebih baik dari pada hubungan yang dekat namun saling menyakiti 

“Saat di kost Pondok Indah th. 2000 an kita kehilangan sesuatu yg nempel di roda motor orang (tertawa)”

Tiba-tiba ia terkikik sendiri, karena jawaban teman kost nya semasa kuliah di Solo dulu, sungguh mengejutkan. Ia hampir melupakan peristiwa itu. Karena itu masa di mana, Ia – mereka – menghabiskan waktu dengan kenakalan-kenakalan remaja. Kehilangan benda laknat, yang maksud hati di sembunyikan, malah hilang …. kenangan “terbaik” yang melekat di ingatannya pada saat itu

“kebaikan dan kegilaanmu mommy cantik (emoticon kiss)”

Sekali lagi ia termenung, apakah ia sebaik itu? Kebaikan apa yang pernah ia berikan? AH, mungkin baik bukan berarti ia pernah kasih-kasih sesuatu, begitu luas definisi soal baik, putusnya. Kegilaan? Hahaha … Ya, kalo hal satu ini ia mengakui, kalo dirinya agak gila dalam banyak hal. Acap kali tidak bisa di tolelir akal sehat, tapi menurut nya, itulah yang membuat dia bisa menikmati hari-hari di mana buat sebagian orang mungkin membosankan, dengan kegilaan nya ia mampu menikmati kebosanan

“Lu senior gw di kampus mom... (tertawa lambat)

Senior? Hahaha … Ia tertawa geli. Betapa masa-masa menjadi “kakak senior” di kampus itu memang menyenangkan. Bisa belagak galak, dan cari perhatian. Walau agak kurang setuju saat itu di sebut senior, tapi pada kenyataannya memang ia kakak angkatan di atas temannya ini

“ngasih gua roti ulangtahun, dikampus lowanu”

Baginya, ini sama sekali bukan kenangan yang mudah di ingat. Ia sama sekali tidak menemukan file di memory otak nya, di mana ia memberikan “roti ulang tahun” di kampus pada seseorang. Dan jika memang ternyata ia lupa, ia mengirimkan permohonan maaf terbesarnya, namun begitu ia katakan, ia punya kenangan lain yang bisa di ingat tentang temannya 1 ini “saat mencari rumah sakit ‘SEMLOHAY HOSPITAL’ di Kebun Jeruk”

“Slengeanmu”

“Rambut nya mirip mbah surip hahahahaha”

“Lo baik ki. Cenderung asyik. Hee”

“Rambut mu yg atas, bawah, tengah..kiri...kanan....Dan semuaaaaaaaaanya”

“Charles and Keith”

Ah, hahaha … Ia tertawa . Ya, dia ingat – temannya ini menjanjikan memberikan nya sepasang wedges C & K, dengan catatan mereka harus bertemu. Ia pernah menitipkana pesan, jika pada saat nya Ia mati dan belum sempat berjumpa lagi, baginya tidak ada hutang apapun diantara kalian

“wanita perkasa yang gagah berani...hehehe...”

Ini adalah “Kenangan” terlucu yang pernah Ia dengar. Sebab Ia tidak pernah merasa dirinya sebagai wonder woman ataupun wanita perkasa. Ia hanya perempuan pada umumnya, yang mewek saat nonton drama korea, belanja yang nggak-nggak saat galau, bahkan mudah termakan rayuan. Tapi Ia menerima kenangan di mata teman nya ini, yang selama belasan taun tidak pernah dijumpainya – hanya di dunia maya. Biarlah seperti itu yang ada dalam kenangannya

“Tubuh mu, ciuman mu, sentuhan mu”

Tiba-tiba Ia terdiam lamaa sekali. Di mata nya ku lihat begitu banyak kisah yang tak mampu bercerita. Padaku kemudian Ia berkata, “biar ini kusimpan sendiri dan aku bawa mati”
 
“pernah jadi salah satu bahan tulisan kamoohhh (emoticon kiss)”

Ia tersenyum haru saat membaca. Sedikit air mata menggenang di pelupuk matanya, walau tak sampai menetes. Ini komentar sahabat, yang beberapa kali di jadikan tema tulisan-tulisan nya. Sebagai bentuk kekaguman dan rasa tulusnya atas persahabatan yang di bangun diantara mereka

“Mulai darimana yah?? Banyaaaaakk”

“F1 Cikini, Black Canyon coffee, kepiting asap & bingka (emoticon melet)”

Ini mungkin akan jadi kenangan yang sedikit berat, di mana Ia dalam 3 tahun terakhir sering kali menghabiskan  waktu bersama sahabatnya disini. Dari masih galau, dapat pacar, sampai sahabatnya ini menikah, mereka selalu disini . “kenang selalu jalan-jalan yang kita tapaki sepanjang Cikini” – pesan nya

Aku melihat sekeliling. Ratusan keluarga, handai taulan, dan para sahabat berkumpul di samping gundukan tanah merah  basah, semerbak menerpa wangi bunga segar dari atas nya. Wajah mereka gelap, tertutup duka yang pekat. 

Sebagai orang terdekat nya semasa hidup, membacakan pesan terakhir diatas pusara tadi adalah penghormatan terakhir yang sudah ku penuhi – janji terakhir yang sangat berat, sama berat nya harus merelakan Ia pergi   

Jika aku mati, apa yang paling kau kenang tentang aku?

Kalian akan mengenang nya – Ia pernah menjadikan pertanyaan ini sebagai status nya di Facebook –



Brawijaya Raya, September 2012

Selasa, 07 Agustus 2012

DOA YANG DI KABULKAN


Saat manusia di muka bumi ini “bermonolog” dengan sang Khalik, saya menyebutnya itu sebagai Doa. isinya - biasanya - Permintaan hal-hal yang baik, menyenangkan, yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan para hambanya

Kalimat “Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita ingin kan” – Itu benar adanya. Karena Dia Maha mengetahui apa yang tidak di ketahui dari sedikit ilmu manusia. Tapi pernahkan kita menyadari, kalo DIA  – pun sebenernya sering mengabulkan apa yang kita ingin kan?  Namun ternyata kita tidak sanggup menajalani keinginan sendiri yang telah di kabulkan oleh Nya?

Waktu kuliah dulu, saya pernah Monolog sama Tuhan, kurang lebih gini

“Tuhan, di Jogja banyak Bule tuh, mau dong  salah 1 nya jadi temen saya, biar saya pinter & lancar bahasa Inggris nya” 

Keinginan saya di kabulkan. Salah 1 (mantan) teman cowok saya, punya pacar Bule Australi. Karena kami tinggal di rumah yang sama, otomatis itu bule nya serumah juga dong sama saya.  Tapi ternyata, Bule nya bule Kuper.  Saking Kupernya, boro-boro ya dia ngajarin  saya ngoceh bahasa Inggris, keluar kamar aja jaraaaaang, intinya nggak mau sosialisasi. Di tambah, ternyata (mantan) temen cowok saya – yang nota bene pacarnya –  posesive banget, saya ngga pernah berusaha “di dekatkan” sama itu Bule  . Hih!

Andai ada Dialog antara saya dengan Tuhan, mungkin sepereti ini isinya :

Saya: “Tuhan, terima kasih udah kabulin keinginan saya punya kenalan orang bule. Serumah malah. Tapi kok kayak gitu? Sombong, di kamar mulu, pacar nya ngga ngizinin saya temenan”
Tuhan : “Dulu Doa kamu apa?”
Saya : “Pengen Punya temen bule”
Tuhan : “Aku  sudah kabulkan kan? Apakah kamu pernah meminta secara detil keinginan mu?”
Saya : “Tidak, Tuhan”
Tuhan : “Lain kali, jika kamu memohon pada Ku, pastikan kamu SIAP, saat Aku mengabulkannya”

Ada lagi kisah keinginan saya, yang oleh Nya di Kabulkan.  Dengan isi doa kira-kira seperti ini

“Saya kuliah jurusan komunikasi karena saya Ingin jadi Reporter, Kabulkan doa ku Tuhan”

Lulus kuliah setahun, saya bener loooh jadi Reporter. Tapi reporter Gosip. Alias Infotainment. Awal-awal  sih happy, doa terkabul. 3 Bulan kemudian mulai berasa deh, ganjalan di hati, saat melawan nurani ketika harus membongkar  aib orang dan menyebarkan nya ke publik, seperti itulah penilaian saya.  Saya mempertanyakan kembali pada Tuhan. Jika ada dialog nya, mungkin seperti ini ;

Saya : “Tuhan, terima kasih keinginan saya jadi Reporter di kabulkan. Tapi kenapa begini ya? Siang malam nungguin rumah orang, Cuma supaya tau kebenaran & aib mereka?   Belom harus berantem sama cameramen, supir songong, juga sama korlip nya L
Tuhan : “Dulu kamu memohon apa pada Ku?”
Saya : “Jadi Reporter”
Tuhan : “Sudah Aku penuhi. Apa Pernah kamu minta pada Ku, reporter yang seperti apa?”
Saya : “Tidak, Tuhan”
Tuhan : “Lain kali, jika kamu memohon pada Ku, pastikan kamu SIAP, saat Aku mengabulkannya”

Kisah lain saya, mengenai Keinginan saya yang di Kabulkan Oleh Nya , di dahului dengan do’a kira-kira seperti ini

“ Tuhan, saya ingin punya suami yang dari luar pulau Jawa. Biar nanti kalo pulang kampung nya nggak di Jawa lagi, jawa lagi”

Dan Tuhan mengabulkan keinginan saya. Saya di beri jodoh, Lelaki tampan asli Kalimantan Timur, dari suku Dayak. Tapi apa yang terjadi? Ternyata kami jarang sekali bisa berjumpa dengan keluarga dari sana.  Karena Tiket peswat Mahal banget. Dan sungguh sedih rasanya, bertahun-tahun tidak bisa pulang.
Jika ada dialog nya, mungkin seperti ini ;

Saya : “Tuhan, terima kasih keinginan saya berjodohkan orang dari luar pulau jawa di kabulkan, tapi ternyata tinggal beda pulau malah bikin susah ketemu keluarga
Tuhan : “Dulu kamu minta nya Apa?”
Saya : “Punya suami bukan orang dari pulau Jawa”
Tuhan : “Sudah Aku penuhi. Apa kamu pernah minta Pada ku, bagaimana menjalani kehidupan yang saling berjauhan dengan keluarga?”
Saya : “Tidak, Tuhan”
Tuhan : “Lain kali, jika kamu memohon pada Ku, pastikan kamu SIAP, saat Aku mengabulkannya”

Salah seorang sahabat saya juga pernah mengutarakan keinginan dirinya, yang ia pintakan kepada Tuhan. 

“Keinginan gue sederhana, gue pengen jadi ibu rumah tangga yang melayani suami. Suami nya yang kerja jam kantoran. Berangkat jam 8  pagi, pulang jam 4 sore.”

Kesederhanaan keinginannya itu di kabulkan Tuhan, dia mendapatkan persis seperti doa nya.  Dan …

“Suami gue hidup dalam dunia kerja nya, pun ketika sudah di rumah. Sementara dia tidur depan TV, gue di kamar. Dia emang  kerja berangkat pagi pulang sore, tapi kami hampir ngga pernah bicara satu sama lain. Bertahun-tahun kami seperti ini. Gue kesepian” 

Andai ada dialog antara sahabat saya dengan Tuhan, dapatkah  kita membayangkan seperti apa kan isi pembicaraannya?

GOD IS GREAT , GOD IS GOOD

Senin, 06 Agustus 2012

Cinta Masa Depan


Wayan bergegas membenahi surat-surat berharga. KTP, KK, dan yang terpenting Serifikat Mualaf dari masjid Istiqlal. Hatinya begitu sumringah. Ya, akhirnya Wayan bisa melamar Putri, rekan sekerjanya yang selama ini dicintainya. Wayan Tahu, Putri pun memiliki perasaan yang sama, namun bertahun-tahun mereka tidak bisa bersatu, karena perbedaan keyakinan

Setengah ngebut Wayan memacu SUV Sportnya menuju rumah Putri. Sepanjang jalan senyum lebar menghiasi wajahnya. Aku juga sudah sunat, Put!

Saat hendak memarkirkan mobil, Wayan sedikit terkejut. Di halaman rumah Putri, sudah terpasang tenda bagus, dan juga ramai tamu. Musik khas Minang mengalun pelan dari sebuah speaker. Jantung Wayan berdegup kencang

Ini bukan acara kematian. Ini pesta … tapi pesta apa? Pesta siapa?

Perlahan Wayan melangkah mendekati keramaian

“Ini pesta pernikahan” gumam Wayan panik.

Ia pun makin bergegas masuk, dalam kalutnya Ia menyeruak menuju pelaminan. Wayan mulai paham ini acara apa, matanya nyalang mencari sosok Putri

“Astagfirlah, Elu I Wayan Wijana? I Wayan Wijana yang dulu di Cek & Ricek?” Tanya seorang lelaki tua hitam gemuk dengan rambut tipis dikepala yang sudah memutih. Umurnya kira-kira 65 tahun. 

Wayan menoleh. Walau Nampak Tua, dia masih hapal muka kocokan arab ini. Ia adalah script writter di kantornya

“Hah? Afif? Ini elu?” Wayan terkejut bukan kepalang.

Wayan bingung, tetapi tetap celingukan mencari Putri. Dia tidak punya waktu bertanya kenapa  Afif jadi tua. 

Tak berapa lama, tamu tambah ramai, dan Wayan mengenali tamu-tamu itu walau wajahnya sudah berkerut disana sini . Wayan makin kacau

Sejurus kemudian

“Bli …? “ 

Wayan hapal suara itu, suara Putri. Wayan buru-buru membalikkan badannya. Dan …

Nampak sosok tubuh mungil berbalut pakaian adat Minang. Terlihat sangat cantik dan matang walau banyak kerut-kerut halus di sudut mata Putri, sebagian uban juga tampat terlihat samar ditimpa cat bigen. Putri Nampak … ya, terlihat Tua, walau jauh lebih tua Afif.  Wayan tambah bingung. Ia begitu gusar. 

“Aku datang mau melamar kamu. Aku mau kita menikah. Tapi kenapa kamu nikah dengan orang lain?” – teriak Wayan kalut

Semua tamu mendadak diam. Kemudian salah satu dari tamu membuka suara, Wayan menoleh. Dia juga Hapal wajah itu. Rekan seprofesinya sebagai kameramen. Hampir tidak ada yang berubah kecuali urat-uratnya lebih menonjol dan berkerut dikulit tangan serta lehernya. Pria itu menghampiri Wayan lalu menenangkan

“Bli, sabar, jangan emosi.”
“Tapi, Cak …”
“Bli, mohon dengarkan” Putri  memotong pembicaraan Wayan dan Cak Eko
“Ini bukan pernikahan saya. Ini perniikahan anak saya"
Wayan tambah tercengang. “Hah?! Maksudnya?”

Kemudian Afif menuntun Wayan agar duduk. Semua tamu masih terdiam dan memperhatikan. 

“Benar Bli, ini pernikahan anak perempuan Putri.  Kami semua datang untuk reuni” jelas Afif

Wayan menatap para tamu, dan akhirnya dia ingat semua tamu-tamu itu . Ada Rika si Reporter, Dona sekretaris Big Boss, Ari Dasis kameramen yang ceking, lalu Sandra si Editor, Melissa dan Reza yang juga reporter,  Noorman driver yang setia mengantar liputan, kemudian dia menatap lagi wajah Cak Eko & Afif bergantian

“Lo koma panjang, setelah bengkong salah sunat titit elo, dan bengkong itu akhirnya dipenjara karena dugaan malpraktek sunat” cerita Cak Eko 

“Iya, dan karena lo nggak siuman, maka Putri kemudian menikah dengan keponakan Pak Ilham Bintang, dan dikaruniai seorang anak, lalu hari ini hari perkawinan anak nya Putri” sambung Afif
 
Wayan terdiam. Dia memandang nanar sebuah kalender di dinding

AGUSTUS 2037






* Cerita ini haya imajinasi belaka. Diambil dari nama-nama di grup BBM Meruya Udik. Saya persembahkan untuk mereka, yang namanya tertera disana

Jumat, 13 Juli 2012

MY IDOL


Belakangan saya suka iseng nanya sama teman,
“lo punya artis favorite? Siapa?"
ada yang langsung  sebut nama,  Ada yang bilang “nggak ada tuh”, bahkan ada juga yang akhirnya nyebut nama, after saya paksa secara halus 
“ah, masa sih nggak ada 1 pun? nggak mungkiin”. 

Hal ini terjadi gara-gara di kantor baru saya, ada yang amat-amat sangat mengidolakan artis sinetron yang season nya panjang banget itu loh, Shireen Sungkar & Pacarnya. Aselik! Lo Tanya appa aja soal sepasang orang itu, temen saya ini haafal di luar kepala. Dari kebiasaan & makanan Favorite sampe Apa label rekamannya, lagu-lagu nya, dsb dst. Semmua social media nya pun di Follow. 

Ada yang salah? Nggak … apa ada dari tadi saya menyinggung tentang salah & benar mengenai orang yang dia  idolakan? Justru tulisan ini masih belum selesai. Saya Cuma takjub aja, ternyata beneran loh ada orang yang segitu ngefans nya sama public figure, karena menurut saya, mereka kan sama aja bukan sama kita? Bedanya Cuma dia sering nongol di TV, kita sebagai penontonnya? Kalo ngga ada kita yang nonton, mereka juga ngga akan jadi idola 

Atau mungkin karena dunia saya begitu “dekat” dan para bintang-bintang itu ya, dan selalu ter mindset  di benak saya “mereka itu derajatnya sama dengan kita” . Lalu saya mikir lagi, hei ..., ini bukan soal derajat atau Siapa mereka & siapa kita, ini soal kekaguman, soal perasaan simpatik terhadap orang lain, dan nggak harus mereka public figure loh .

“dulu waktu gue kecil, duuuh gue ngefaaansss banget sama Rhoma Irama, sampe-sampe lagu nya itu 24 jam gue puterr, mau lagi tidur, mandi, boker. Kok ada yaa lagu sebagusss ini? Dan puncaknya, Om gue  banting kaset Rhoma Irama gue, karena dia keganggu tidur siangnya. Hahahaha “
 – Cerita sahabat saya, yang sekarang malah megang ratusan penyanyi Top di sebuah label rekaman terkenal, dan tentunya sudah biasa-biasa aja sekarang kalo liat Bang Haji manggung 

Tolong saya mbak, saya pengeeen banget ketemu sama artis B, saya datang dari kampong mbak, saya pengen ketemu
– ujar seorang ABG cewek yang datang ke (bekas) kantor saya, dan mengaku kabur dari rumahnya, (lupa dimana), hanya karena ingin ketemu sosok idola nya. Kisah ini terjadi sekitar tahun 2004, waktu saya masih aktif di lapangan 

Saya kemudian bertanya sama diri sendiri, apa iya saya ngga punya idola? Karena kalo di Tanya sekarang, Ya memang nggak ada, semua biasa aja. Tapi kalo di Tanya dulu lagi kecil, iya pernah. Peristiwanya nyaris sama, dengan kisah sahabat saya diatas. Parahnya dulu saya ampe nangis-nangis tiap denger lagu nya. Dan Baru kesampean ketemu,  sekitar 8 tahun lalu, Hahaha. Dan Yaolo, dia masih ganteng ciiin, kayak waktu kecilnya . 

Iyaa deh, nama nya Julius Sitanggang, Puas? Hahaha .

Dulu, saya juga sempat “tergila-gila” dengan sosok Rico Tampaty, gara-gara Film nya dengan Ida Iasha di “Seputih Kasih Semerah Luka”  - tahun 1988 . (Ayo, tebak berapa berarti umur saya?) , Gara-gara perannya, saya jadi penyuka “Bad Boy” –ahahahaha.  
 tapi Yaaaa, jadi biasa aja sejak punya kesempatan bertemu & wawancara dia. Masih cakep sih, tapi ya gituu deeeh 

Dan ternyata, mengidolakan, atau kekaguman itu tidak harus terhadap orang terkenal loh, karena banyak kok yang meng idolakan Bapak / Ibu nya sendiri, Guru nya (ehm!) atau bahkan ngefans sama temen sendiri, yang nota bene, temen ini bukan ratu atau pangeran sejagat

Kalo ngefans sama temen sendiri, biasanya karena orang tersebut lucu, di mana ada dia selalu aja rame orang ngumpul, atau orang ini pengetahuannya luas, diajak ngomong remeh temeh sampe berat tetep masuk, atau karena bahasanya yang ceplas ceplos . Nah, kalo di Tanya apakah saya ngefans sama temen sendiri, dan kenapa? Jawabannya “IYa -   karena saya seneng dengerin dia nge dongeng”

Entah gimana, kalo temen saya satu ini lagi cerita, bisa-bisanya saya ngerasa berada di tempat kejadian . aselik! Makanya ngga heran, banyak yang pengen deket sama dia. Selain itu dia orang nya tulus, walau raut muka nya kayak Tai (eh, ini dia yang bilang sendiri loh ya, hahaha, saya Cuma mengutip!) – Pokoknya saya terang-terangan ngefans deh sama dia! Hahaha

Kadang mengidolakan teman sendiri terjadi karena , mungkin – dirumah – atau di lingkungan terdekat – tidak ada panutan . Contohnya saja anak saya, Darrel. Eyang nya kerap menceritakan, kalo Darrel selalu pengen punya apa yang temannya punya. Misalnya ; tempat minum, jajanan, bahkan Fotonya ilang dari tas seragam pun, Darrel ikut ngelepas foto nya dari tas seragam dia! 
Biar sama kayak Rafli” 
– alasannya waktu saya Tanya kenapa Fotonya ngga ada di tas. Maklumlah, Darrel anak semata wayang, dan dia ngga bisa nyontoh siapa-siapa yang dunia nya dekat dengan dia. 

Jadi sebenernya, biarkan saja kali ya mereka ngefans ke siapa, dia mengidolakan siapa, itu mengagumi siapa, karena akan ada masa nya kok. Soal berapa lama, ya masing-masing orang berbeda tentunya. Begitu juga kalo missal anak ke 2 mu, selalu pengen samaan baju nya dengan kakak nya, sedang kakak nya marah-marah karena di ikutin adiknya, biarin aja dulu deh. Nanti juga akan tiba masa nya si adik berkata , “karakter saya & kakak beda, saya ngga mau lagi pake yang kakak pake juga”

Eniwei, ada yang ngefans sama saya ? 

*ngumpetin kepala di pasir*

Selasa, 03 Juli 2012

Matematika


Piala Eropa sudah berlalu. Pesta bola dari benua teromantis di dunia ,  menyisakan berjuta rasa. Kalah & menang, pertandingan tersebut tetap bisa di ukur.  Bisa di duga. Sang maestro hipnotispun tak mau kalah, ikutan menebak skor terakhir dua tim juara tersebut. Begitu kongkrit. Tidak seperti Hati, saat kamu menebak perasaannya

Rasa ketertarikan yang pelan-pelan terpupuk di hatimu, menjadi suatu tanda Tanya besar, “apakah dia juga merasakan apa yang aku rasa?” . Perasaan yang mulai menarik-narik sudut hati mu, rasa yang merebut perhatian dan konsentrasi. 

“apakah disana dia merindukan aku?” – kerap datang Tanya mu, ketika ada satu jeda waktu kamu tak berbicara dengan nya. Rasa gatal ingin menyapa , tetapi sesuatu membuat mu menahannya , “gimana kalo dia nggak rindu aku?”

Berharap dia muncul di social media, sebagai kode bahwa dia “masih ada” dan juga memperhatikan mu, walau di hati berkecamuk “hei, jangan-jangan  itu kode bukan buat ku”

Angka-angka di kertas begitu menyebalkan, suara teman bertanya tak terdengar, entah boss bicara apa saat pertemuan, yang kau tunggu Cuma satu ; sapa dari nya

Ah, mengapa begitu sulit menebak isi hatinya kepada mu, mengapa begitu rumit mengetahui dalam nya rasa di dirinya terhadap mu, sungguh ini rumusan terberat dalam segala bidang ilmu

Kamu mengetahui  berapa ribu kaki tinggi nya pesawat saat kamu meninggalkan Jakarta menuju Papua, kamu tahu berapa jam jarak tempuh kereta eksekutif Jakarta-Jogja, kamu juga bisa hitung lama nya perjalanan dari rumah ke kantor di pagi hari , bahkan saat hujan semalaman turun . Tapi kamu tak akan pernah bisa tau , isi hati nya kepada mu – sampai kapan pun , sama seperti hal nya – sampai kapan hati mu tak bisa melupakan dia. Karena Rasa bukan Matematika




*Untuk mu yang nama nya menyerupai nama ku – tulisan ini aku dedikasikan buat KITA  

MY INVISIBLE LOVER

I die everyday just to live for you 
but my strength is invisible 

I pray for you all the time 
but my wish is invisible 

I am the one crying to see your pain 
but my tears are invisible 

I give you all my support 
but my hands are invisible 

I get happy to see your smile 
but my pleasure is invisible 

I do care for your life 
but my concern is invisible 

I think I am your love
but my soulmate is invisible 

Maybe you won’t see me any day, my dear 
but who cares, my love for you is invisible











-Hardiansyah K-