CURCOL

Curcol (20) Fiksi (9) Opini (19) fenomena (20)

Selasa, 07 Agustus 2012

DOA YANG DI KABULKAN


Saat manusia di muka bumi ini “bermonolog” dengan sang Khalik, saya menyebutnya itu sebagai Doa. isinya - biasanya - Permintaan hal-hal yang baik, menyenangkan, yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan para hambanya

Kalimat “Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita ingin kan” – Itu benar adanya. Karena Dia Maha mengetahui apa yang tidak di ketahui dari sedikit ilmu manusia. Tapi pernahkan kita menyadari, kalo DIA  – pun sebenernya sering mengabulkan apa yang kita ingin kan?  Namun ternyata kita tidak sanggup menajalani keinginan sendiri yang telah di kabulkan oleh Nya?

Waktu kuliah dulu, saya pernah Monolog sama Tuhan, kurang lebih gini

“Tuhan, di Jogja banyak Bule tuh, mau dong  salah 1 nya jadi temen saya, biar saya pinter & lancar bahasa Inggris nya” 

Keinginan saya di kabulkan. Salah 1 (mantan) teman cowok saya, punya pacar Bule Australi. Karena kami tinggal di rumah yang sama, otomatis itu bule nya serumah juga dong sama saya.  Tapi ternyata, Bule nya bule Kuper.  Saking Kupernya, boro-boro ya dia ngajarin  saya ngoceh bahasa Inggris, keluar kamar aja jaraaaaang, intinya nggak mau sosialisasi. Di tambah, ternyata (mantan) temen cowok saya – yang nota bene pacarnya –  posesive banget, saya ngga pernah berusaha “di dekatkan” sama itu Bule  . Hih!

Andai ada Dialog antara saya dengan Tuhan, mungkin sepereti ini isinya :

Saya: “Tuhan, terima kasih udah kabulin keinginan saya punya kenalan orang bule. Serumah malah. Tapi kok kayak gitu? Sombong, di kamar mulu, pacar nya ngga ngizinin saya temenan”
Tuhan : “Dulu Doa kamu apa?”
Saya : “Pengen Punya temen bule”
Tuhan : “Aku  sudah kabulkan kan? Apakah kamu pernah meminta secara detil keinginan mu?”
Saya : “Tidak, Tuhan”
Tuhan : “Lain kali, jika kamu memohon pada Ku, pastikan kamu SIAP, saat Aku mengabulkannya”

Ada lagi kisah keinginan saya, yang oleh Nya di Kabulkan.  Dengan isi doa kira-kira seperti ini

“Saya kuliah jurusan komunikasi karena saya Ingin jadi Reporter, Kabulkan doa ku Tuhan”

Lulus kuliah setahun, saya bener loooh jadi Reporter. Tapi reporter Gosip. Alias Infotainment. Awal-awal  sih happy, doa terkabul. 3 Bulan kemudian mulai berasa deh, ganjalan di hati, saat melawan nurani ketika harus membongkar  aib orang dan menyebarkan nya ke publik, seperti itulah penilaian saya.  Saya mempertanyakan kembali pada Tuhan. Jika ada dialog nya, mungkin seperti ini ;

Saya : “Tuhan, terima kasih keinginan saya jadi Reporter di kabulkan. Tapi kenapa begini ya? Siang malam nungguin rumah orang, Cuma supaya tau kebenaran & aib mereka?   Belom harus berantem sama cameramen, supir songong, juga sama korlip nya L
Tuhan : “Dulu kamu memohon apa pada Ku?”
Saya : “Jadi Reporter”
Tuhan : “Sudah Aku penuhi. Apa Pernah kamu minta pada Ku, reporter yang seperti apa?”
Saya : “Tidak, Tuhan”
Tuhan : “Lain kali, jika kamu memohon pada Ku, pastikan kamu SIAP, saat Aku mengabulkannya”

Kisah lain saya, mengenai Keinginan saya yang di Kabulkan Oleh Nya , di dahului dengan do’a kira-kira seperti ini

“ Tuhan, saya ingin punya suami yang dari luar pulau Jawa. Biar nanti kalo pulang kampung nya nggak di Jawa lagi, jawa lagi”

Dan Tuhan mengabulkan keinginan saya. Saya di beri jodoh, Lelaki tampan asli Kalimantan Timur, dari suku Dayak. Tapi apa yang terjadi? Ternyata kami jarang sekali bisa berjumpa dengan keluarga dari sana.  Karena Tiket peswat Mahal banget. Dan sungguh sedih rasanya, bertahun-tahun tidak bisa pulang.
Jika ada dialog nya, mungkin seperti ini ;

Saya : “Tuhan, terima kasih keinginan saya berjodohkan orang dari luar pulau jawa di kabulkan, tapi ternyata tinggal beda pulau malah bikin susah ketemu keluarga
Tuhan : “Dulu kamu minta nya Apa?”
Saya : “Punya suami bukan orang dari pulau Jawa”
Tuhan : “Sudah Aku penuhi. Apa kamu pernah minta Pada ku, bagaimana menjalani kehidupan yang saling berjauhan dengan keluarga?”
Saya : “Tidak, Tuhan”
Tuhan : “Lain kali, jika kamu memohon pada Ku, pastikan kamu SIAP, saat Aku mengabulkannya”

Salah seorang sahabat saya juga pernah mengutarakan keinginan dirinya, yang ia pintakan kepada Tuhan. 

“Keinginan gue sederhana, gue pengen jadi ibu rumah tangga yang melayani suami. Suami nya yang kerja jam kantoran. Berangkat jam 8  pagi, pulang jam 4 sore.”

Kesederhanaan keinginannya itu di kabulkan Tuhan, dia mendapatkan persis seperti doa nya.  Dan …

“Suami gue hidup dalam dunia kerja nya, pun ketika sudah di rumah. Sementara dia tidur depan TV, gue di kamar. Dia emang  kerja berangkat pagi pulang sore, tapi kami hampir ngga pernah bicara satu sama lain. Bertahun-tahun kami seperti ini. Gue kesepian” 

Andai ada dialog antara sahabat saya dengan Tuhan, dapatkah  kita membayangkan seperti apa kan isi pembicaraannya?

GOD IS GREAT , GOD IS GOOD

Senin, 06 Agustus 2012

Cinta Masa Depan


Wayan bergegas membenahi surat-surat berharga. KTP, KK, dan yang terpenting Serifikat Mualaf dari masjid Istiqlal. Hatinya begitu sumringah. Ya, akhirnya Wayan bisa melamar Putri, rekan sekerjanya yang selama ini dicintainya. Wayan Tahu, Putri pun memiliki perasaan yang sama, namun bertahun-tahun mereka tidak bisa bersatu, karena perbedaan keyakinan

Setengah ngebut Wayan memacu SUV Sportnya menuju rumah Putri. Sepanjang jalan senyum lebar menghiasi wajahnya. Aku juga sudah sunat, Put!

Saat hendak memarkirkan mobil, Wayan sedikit terkejut. Di halaman rumah Putri, sudah terpasang tenda bagus, dan juga ramai tamu. Musik khas Minang mengalun pelan dari sebuah speaker. Jantung Wayan berdegup kencang

Ini bukan acara kematian. Ini pesta … tapi pesta apa? Pesta siapa?

Perlahan Wayan melangkah mendekati keramaian

“Ini pesta pernikahan” gumam Wayan panik.

Ia pun makin bergegas masuk, dalam kalutnya Ia menyeruak menuju pelaminan. Wayan mulai paham ini acara apa, matanya nyalang mencari sosok Putri

“Astagfirlah, Elu I Wayan Wijana? I Wayan Wijana yang dulu di Cek & Ricek?” Tanya seorang lelaki tua hitam gemuk dengan rambut tipis dikepala yang sudah memutih. Umurnya kira-kira 65 tahun. 

Wayan menoleh. Walau Nampak Tua, dia masih hapal muka kocokan arab ini. Ia adalah script writter di kantornya

“Hah? Afif? Ini elu?” Wayan terkejut bukan kepalang.

Wayan bingung, tetapi tetap celingukan mencari Putri. Dia tidak punya waktu bertanya kenapa  Afif jadi tua. 

Tak berapa lama, tamu tambah ramai, dan Wayan mengenali tamu-tamu itu walau wajahnya sudah berkerut disana sini . Wayan makin kacau

Sejurus kemudian

“Bli …? “ 

Wayan hapal suara itu, suara Putri. Wayan buru-buru membalikkan badannya. Dan …

Nampak sosok tubuh mungil berbalut pakaian adat Minang. Terlihat sangat cantik dan matang walau banyak kerut-kerut halus di sudut mata Putri, sebagian uban juga tampat terlihat samar ditimpa cat bigen. Putri Nampak … ya, terlihat Tua, walau jauh lebih tua Afif.  Wayan tambah bingung. Ia begitu gusar. 

“Aku datang mau melamar kamu. Aku mau kita menikah. Tapi kenapa kamu nikah dengan orang lain?” – teriak Wayan kalut

Semua tamu mendadak diam. Kemudian salah satu dari tamu membuka suara, Wayan menoleh. Dia juga Hapal wajah itu. Rekan seprofesinya sebagai kameramen. Hampir tidak ada yang berubah kecuali urat-uratnya lebih menonjol dan berkerut dikulit tangan serta lehernya. Pria itu menghampiri Wayan lalu menenangkan

“Bli, sabar, jangan emosi.”
“Tapi, Cak …”
“Bli, mohon dengarkan” Putri  memotong pembicaraan Wayan dan Cak Eko
“Ini bukan pernikahan saya. Ini perniikahan anak saya"
Wayan tambah tercengang. “Hah?! Maksudnya?”

Kemudian Afif menuntun Wayan agar duduk. Semua tamu masih terdiam dan memperhatikan. 

“Benar Bli, ini pernikahan anak perempuan Putri.  Kami semua datang untuk reuni” jelas Afif

Wayan menatap para tamu, dan akhirnya dia ingat semua tamu-tamu itu . Ada Rika si Reporter, Dona sekretaris Big Boss, Ari Dasis kameramen yang ceking, lalu Sandra si Editor, Melissa dan Reza yang juga reporter,  Noorman driver yang setia mengantar liputan, kemudian dia menatap lagi wajah Cak Eko & Afif bergantian

“Lo koma panjang, setelah bengkong salah sunat titit elo, dan bengkong itu akhirnya dipenjara karena dugaan malpraktek sunat” cerita Cak Eko 

“Iya, dan karena lo nggak siuman, maka Putri kemudian menikah dengan keponakan Pak Ilham Bintang, dan dikaruniai seorang anak, lalu hari ini hari perkawinan anak nya Putri” sambung Afif
 
Wayan terdiam. Dia memandang nanar sebuah kalender di dinding

AGUSTUS 2037






* Cerita ini haya imajinasi belaka. Diambil dari nama-nama di grup BBM Meruya Udik. Saya persembahkan untuk mereka, yang namanya tertera disana

Jumat, 13 Juli 2012

MY IDOL


Belakangan saya suka iseng nanya sama teman,
“lo punya artis favorite? Siapa?"
ada yang langsung  sebut nama,  Ada yang bilang “nggak ada tuh”, bahkan ada juga yang akhirnya nyebut nama, after saya paksa secara halus 
“ah, masa sih nggak ada 1 pun? nggak mungkiin”. 

Hal ini terjadi gara-gara di kantor baru saya, ada yang amat-amat sangat mengidolakan artis sinetron yang season nya panjang banget itu loh, Shireen Sungkar & Pacarnya. Aselik! Lo Tanya appa aja soal sepasang orang itu, temen saya ini haafal di luar kepala. Dari kebiasaan & makanan Favorite sampe Apa label rekamannya, lagu-lagu nya, dsb dst. Semmua social media nya pun di Follow. 

Ada yang salah? Nggak … apa ada dari tadi saya menyinggung tentang salah & benar mengenai orang yang dia  idolakan? Justru tulisan ini masih belum selesai. Saya Cuma takjub aja, ternyata beneran loh ada orang yang segitu ngefans nya sama public figure, karena menurut saya, mereka kan sama aja bukan sama kita? Bedanya Cuma dia sering nongol di TV, kita sebagai penontonnya? Kalo ngga ada kita yang nonton, mereka juga ngga akan jadi idola 

Atau mungkin karena dunia saya begitu “dekat” dan para bintang-bintang itu ya, dan selalu ter mindset  di benak saya “mereka itu derajatnya sama dengan kita” . Lalu saya mikir lagi, hei ..., ini bukan soal derajat atau Siapa mereka & siapa kita, ini soal kekaguman, soal perasaan simpatik terhadap orang lain, dan nggak harus mereka public figure loh .

“dulu waktu gue kecil, duuuh gue ngefaaansss banget sama Rhoma Irama, sampe-sampe lagu nya itu 24 jam gue puterr, mau lagi tidur, mandi, boker. Kok ada yaa lagu sebagusss ini? Dan puncaknya, Om gue  banting kaset Rhoma Irama gue, karena dia keganggu tidur siangnya. Hahahaha “
 – Cerita sahabat saya, yang sekarang malah megang ratusan penyanyi Top di sebuah label rekaman terkenal, dan tentunya sudah biasa-biasa aja sekarang kalo liat Bang Haji manggung 

Tolong saya mbak, saya pengeeen banget ketemu sama artis B, saya datang dari kampong mbak, saya pengen ketemu
– ujar seorang ABG cewek yang datang ke (bekas) kantor saya, dan mengaku kabur dari rumahnya, (lupa dimana), hanya karena ingin ketemu sosok idola nya. Kisah ini terjadi sekitar tahun 2004, waktu saya masih aktif di lapangan 

Saya kemudian bertanya sama diri sendiri, apa iya saya ngga punya idola? Karena kalo di Tanya sekarang, Ya memang nggak ada, semua biasa aja. Tapi kalo di Tanya dulu lagi kecil, iya pernah. Peristiwanya nyaris sama, dengan kisah sahabat saya diatas. Parahnya dulu saya ampe nangis-nangis tiap denger lagu nya. Dan Baru kesampean ketemu,  sekitar 8 tahun lalu, Hahaha. Dan Yaolo, dia masih ganteng ciiin, kayak waktu kecilnya . 

Iyaa deh, nama nya Julius Sitanggang, Puas? Hahaha .

Dulu, saya juga sempat “tergila-gila” dengan sosok Rico Tampaty, gara-gara Film nya dengan Ida Iasha di “Seputih Kasih Semerah Luka”  - tahun 1988 . (Ayo, tebak berapa berarti umur saya?) , Gara-gara perannya, saya jadi penyuka “Bad Boy” –ahahahaha.  
 tapi Yaaaa, jadi biasa aja sejak punya kesempatan bertemu & wawancara dia. Masih cakep sih, tapi ya gituu deeeh 

Dan ternyata, mengidolakan, atau kekaguman itu tidak harus terhadap orang terkenal loh, karena banyak kok yang meng idolakan Bapak / Ibu nya sendiri, Guru nya (ehm!) atau bahkan ngefans sama temen sendiri, yang nota bene, temen ini bukan ratu atau pangeran sejagat

Kalo ngefans sama temen sendiri, biasanya karena orang tersebut lucu, di mana ada dia selalu aja rame orang ngumpul, atau orang ini pengetahuannya luas, diajak ngomong remeh temeh sampe berat tetep masuk, atau karena bahasanya yang ceplas ceplos . Nah, kalo di Tanya apakah saya ngefans sama temen sendiri, dan kenapa? Jawabannya “IYa -   karena saya seneng dengerin dia nge dongeng”

Entah gimana, kalo temen saya satu ini lagi cerita, bisa-bisanya saya ngerasa berada di tempat kejadian . aselik! Makanya ngga heran, banyak yang pengen deket sama dia. Selain itu dia orang nya tulus, walau raut muka nya kayak Tai (eh, ini dia yang bilang sendiri loh ya, hahaha, saya Cuma mengutip!) – Pokoknya saya terang-terangan ngefans deh sama dia! Hahaha

Kadang mengidolakan teman sendiri terjadi karena , mungkin – dirumah – atau di lingkungan terdekat – tidak ada panutan . Contohnya saja anak saya, Darrel. Eyang nya kerap menceritakan, kalo Darrel selalu pengen punya apa yang temannya punya. Misalnya ; tempat minum, jajanan, bahkan Fotonya ilang dari tas seragam pun, Darrel ikut ngelepas foto nya dari tas seragam dia! 
Biar sama kayak Rafli” 
– alasannya waktu saya Tanya kenapa Fotonya ngga ada di tas. Maklumlah, Darrel anak semata wayang, dan dia ngga bisa nyontoh siapa-siapa yang dunia nya dekat dengan dia. 

Jadi sebenernya, biarkan saja kali ya mereka ngefans ke siapa, dia mengidolakan siapa, itu mengagumi siapa, karena akan ada masa nya kok. Soal berapa lama, ya masing-masing orang berbeda tentunya. Begitu juga kalo missal anak ke 2 mu, selalu pengen samaan baju nya dengan kakak nya, sedang kakak nya marah-marah karena di ikutin adiknya, biarin aja dulu deh. Nanti juga akan tiba masa nya si adik berkata , “karakter saya & kakak beda, saya ngga mau lagi pake yang kakak pake juga”

Eniwei, ada yang ngefans sama saya ? 

*ngumpetin kepala di pasir*

Selasa, 03 Juli 2012

Matematika


Piala Eropa sudah berlalu. Pesta bola dari benua teromantis di dunia ,  menyisakan berjuta rasa. Kalah & menang, pertandingan tersebut tetap bisa di ukur.  Bisa di duga. Sang maestro hipnotispun tak mau kalah, ikutan menebak skor terakhir dua tim juara tersebut. Begitu kongkrit. Tidak seperti Hati, saat kamu menebak perasaannya

Rasa ketertarikan yang pelan-pelan terpupuk di hatimu, menjadi suatu tanda Tanya besar, “apakah dia juga merasakan apa yang aku rasa?” . Perasaan yang mulai menarik-narik sudut hati mu, rasa yang merebut perhatian dan konsentrasi. 

“apakah disana dia merindukan aku?” – kerap datang Tanya mu, ketika ada satu jeda waktu kamu tak berbicara dengan nya. Rasa gatal ingin menyapa , tetapi sesuatu membuat mu menahannya , “gimana kalo dia nggak rindu aku?”

Berharap dia muncul di social media, sebagai kode bahwa dia “masih ada” dan juga memperhatikan mu, walau di hati berkecamuk “hei, jangan-jangan  itu kode bukan buat ku”

Angka-angka di kertas begitu menyebalkan, suara teman bertanya tak terdengar, entah boss bicara apa saat pertemuan, yang kau tunggu Cuma satu ; sapa dari nya

Ah, mengapa begitu sulit menebak isi hatinya kepada mu, mengapa begitu rumit mengetahui dalam nya rasa di dirinya terhadap mu, sungguh ini rumusan terberat dalam segala bidang ilmu

Kamu mengetahui  berapa ribu kaki tinggi nya pesawat saat kamu meninggalkan Jakarta menuju Papua, kamu tahu berapa jam jarak tempuh kereta eksekutif Jakarta-Jogja, kamu juga bisa hitung lama nya perjalanan dari rumah ke kantor di pagi hari , bahkan saat hujan semalaman turun . Tapi kamu tak akan pernah bisa tau , isi hati nya kepada mu – sampai kapan pun , sama seperti hal nya – sampai kapan hati mu tak bisa melupakan dia. Karena Rasa bukan Matematika




*Untuk mu yang nama nya menyerupai nama ku – tulisan ini aku dedikasikan buat KITA  

MY INVISIBLE LOVER

I die everyday just to live for you 
but my strength is invisible 

I pray for you all the time 
but my wish is invisible 

I am the one crying to see your pain 
but my tears are invisible 

I give you all my support 
but my hands are invisible 

I get happy to see your smile 
but my pleasure is invisible 

I do care for your life 
but my concern is invisible 

I think I am your love
but my soulmate is invisible 

Maybe you won’t see me any day, my dear 
but who cares, my love for you is invisible











-Hardiansyah K-

Jumat, 22 Juni 2012

BAHAGIA

Suatu hari saya baca status teman di Facebook yang isinya kurang lebih

"Tidak bolehkah aku mendapatkan kebahagian?"
lain waktu yang intinya sama, dari kawan yang lain, kurang lebih

 "aku ingin merasakan arti kebahagiaan"

dan teman saya yang lainnya lagi, dalam tangisnya yang baru saja usai (kedengeran dari parau suaranya, walau saya hanya mendengarkan di ujung telepon) berkata;

 "Gue ngga pernah merasakan kebahagiaan"

Seingat saya, saya komentar dan menjawab yang isinya balik lagi bertanya, "EMANGNYA APA SIH DEFINISI KEBAHAGIAAN BUAT ELO?" . Oke, yang 2 orang pasang status di FB ngga jawab, tapi teman saya yang nelpon menjelaskan

"Jangan berantem mulu sih, gue pengen di sayang, di cintai, di manja" (sama pasangannya)

Kalo di lihat dari status-status sebelom nya, 2 teman Facebook saya sepertinya juga menjurus maksud BAHAGIA nya itu , ya terhadap pasangan . whatever, sementara itu kesimpulan saya pribadi

Dalam tulisan saya kali ini, saya tidak bermaksud menggurui apalagi sampai menghakimi, Cuma gelisah aja sama pertanyaan soal kebahagiaan. Memangnya kebahagian itu datangnya DARI ORANG LAIN ya? Kalo iya kebahagiaan itu datang  dari orang lain, EMANG ELO HIDUP DI MUKA BUMI INI SAMA DIA DOANG?

Kebahagiaan itu sejatinya datang bukan dari siapa-siapa, tapi DARI DIRI KITA SENDIRI. Kita lah yang menciptakan kebahagian, kitalah yang memberikan kebahagian, dan kitalah yang harusnya merasakan kebahagiaan

"aku tidak bahagia tanpa dirinya"

"Kenapa sih kau selalu menyakitiku? Mengapa kau tidak pernah membahagiakan ku?"

Hei Ladies, bangun ! Buka mata kalian
(sori, rasanya hampir ngga pernah catatan saya menunjuk hidung orang, tapi untuk yang satu ini terpaksa saya lakukan, karena saya disini sebagai pengamat bukan pelaku)

Lihat anak-anak mu? Umur berapa sekarang? Tidak bahagiakah kamu liat wajah ceria mereka? Tidak bahagiakah kamu  melihat kelulusan sekolah mereka? Tidak bahagiakan kamu melihat nilai-nilai rapot mereka?

Coba mampir ke rumah Ibu mu, tidak bahagiakah kamu melihat Ibu yang sehat & Nampak sedang lahap makan? Lihat bapak mu sedang nonton TV dan mengajak mu diskusi tentang acaranya.

Tidak bahagiakah kamu masih bisa ketemu sahabat lama, tertawa-tawa, bahas hal-hal remeh yang lucu, sambil sesekali icip-icip masakannya, atau bahkan ngumpet-ngumpet bakar rokok bersama?

Cobalah BERSYUKUR dan berbahagia atas apa yang BANYAK SUDAH KITA DAPAT dan JANGAN MENGELUH TIDAK BAHAGIA HANYA KARENA 1 YANG BELUM DI DAPAT - "MASALAH ASMARA"

Kalo memang dengan bersama tidak bisa bahagia, kenapa di paksakan? Kalo toh berpisah bukan jalan keluarnya, berarti Cara berfikir mu lah jalan keluarnya

Ubah cara berfikir mu. Bikin pikiran mu bahagia, maka hati mu akan bahagia. Bikin hati mu bahagia, maka pikiran mu akan bahagia. Lakukanlah hal-hal yang MEMBUAT DIRI MU BAHAGIA

Kemarin jujur saya sedih saat anak saya tidak lulus waktu test di MIN (Madrasah Ibtidiyah Negri). Tapi apa kemudian saya jadi tidak bahagia? Nggak lah. Saya sadar diri kok, akan kemampuan anak saya. Emang rezeki nya mungkin nggak disitu, dan saya Bahagia akhirnya anak saya di terima di SDN dan masuk pagi pula, walau jarak tempuhnya jauh dari rumah Ibu saya, tapi yang penting anak saya Happy karena dengan begitu dia bisa diantar jemput pake motor (nggak jalan/ngangkot lagi). Lihat anak saya Happy, saya bahagia banget !

BANYAK CARA MENDAPATKAN BAHAGIA , bukan?

"Ah, elu enak Mom ngemeng begini, suami lo orang nya asik, cuek, santai, pengertian, cakeep pula - maka nya lo happy-happy aja"
(oke yang "cakep" - gue sendiri yang nambahin :P )

Ladies,

Mungkin di mata mu, saya terlihat banyak "enak" nya , maka nya bisa bahagia. Jangan salah, saya bisa mendapatkan kebahagiaan tidak karena saya memiliki apa yang kamu fikirkan. Pasangan saya juga banyak kekurangannya, tapi saya tetap bahagia - dengan cara saya

Jangan liat saya, atau orang lain - tolak ukur bahagia kita nggak sama

*cipok*

Senin, 11 Juni 2012

Foto Keluarga

Ma,
Tolong  berhentilah menangis, Aku tidak tahan setiap kali harus mendengar nya. Rasa sakit tetesan air mata mu, itu bikin hati ku perih, Merobek-robek perasaan ku

Ah, suara gelas pecah terdengar lagi … Di sudut kamar Aku hanya bisa mememeluk lutut, pura-pura tidak mendengarkan . Aku bilang pada Tuhan

“bukan maksud Mamaku begitu, Mengatakan hal jahat tentang Mu”

Kalian selalu bertengkar tentang uang, untuk ku dan adik ku
Sangat tidak mudah kerap berada di “perang dunia ke tiga” .
Aku Tidak pernah tau, Cinta macam apa yang ada di keluarga ini?
Lihatlah Ma, aku nggak mau Cinta mengahancurkan ku , Seperti yang telah terjadi pada keluarga ini

Ma, Bisakah kita menyelesaikannya ? Bisakah kita menjadi keluarga pada umumnya?
Aku berjanji Ma, akan lebih baik.
Ma, aku janjiii akan melakukan apa saja demi keluarga kita

Pa,  tolong berhenti berteriak . Aku tidak tahan mendengar nya. Tolong Pa, buatlah Mama berhenti menangis. Kami membutuhkan kalian !
Pa, Mamaku mencintai mu. Walau apa yang di katakan tentang mu itu benar, Aku tau mungkin dia menyakiti mu, Pa. Tapi ingat Aku juga mencintaimu!

Rasanya ingin pergi dari sini, lari dari kebisingan . Kabur, Jauh  Dan Tidak pernah kembali lagi. Tetapi Aku tidak punya pilihan lain, tidak ada jalan

Dalam Foto keluarga, kita terlihat bahagia. Tidak bisakah kita pura-pura seperti itu?
Supaya terlihat alami
Pa, Tolong Papa jangan pergi …

Aku tidak mau harus membagi hari libur nati
Aku  tidak ingin punya dua alamat
Ma, aku tidak mau punya saudara tiri
Dan aku tidak ingin Mama ganti nama belakang!

Ma,
Tolong jangan biarkan Papa pergi
Aku janji jadi anak manis

Pa, tolong kembali
Jika kau pergi, kau telah merenggut semuanya dari hidup ku

Ma, aku janji akan jadi anak yang penurut
Aku sudah kasih tau adek
Kami tak akan nakal lagi

Aku akan jauh lebih baik
Aku akan melakukan segalanya dengan benar
Aku akan menjadi gadis kecil mu selamanya
Aku tidak akan melawan Mama lagi
Aku tidak akan tidur larut lagi, Dan pulang sekolah tepat waktu
Aku ingin disini, ini rumah ku juga , Ma

Taken From : Family Potret - Pink
· · · Bagikan · Hapus

Jumat, 08 Juni 2012

Apalah arti jabatan?


Siapa bilang jabatan berpengaruh terhadap gaji? Ya, di banyak kondisi emang begitu. Tapi ternyata nggak selamanya lho. 

Tadi waktu menuju tempat kerja, seperti biasa diantar oleh ojeg langganan saya. - Baru langganan sebulan terakhir ini lah. Trayek anter Terminal Blok M – Brawijaya Raya. – si Om ojeg (saya manggilnya begitu) bilang kalo pendapatan dia sebulan mencapai 3 juta rupiah. WOW
 “sama lah kayak gaji pegawai. Itu kalo rajin. Kalo sakit, ya istirahat. Sabtu Minggu tetep ngojeg”

Saya manggut-manggut mendengarkan sambil duduk di boncengan. Manggut-manggut nya bukan tanda mengerti, tapi manggut-manggut ngebatin 
“ooo, dia pikir gaji pegawai itu tiga juta. Hehehe, dia belom tauuuu …”

Saya juga pernah iseng – mencoba – mengkalkulasikan pendapatan tukang parkir. Perhatikan saja, seiring suburnya pertumbuhan mini market plus tempat kongkow yang bak jamur di musim hujan (duh analogi kalimat nya pasaran amat yak? Biarin deh) seperti Circle K, 7eleven, alfa midi, Lawson dan mini market waralaba lainnya.

Misalkan saja, dalam 1 jam ada 5 kendaraan yang parkir, satu kendaraannya di mintai tarif tidak resmi (memang tidak resmi, wong sebenernya mini market itu memberlakukan free parking, kok) sebesar Rp 1000,- . Jadi sejam nya 5 ribu perak. Waktu Operasional mini market katakanlah sedikitnya 12 jam, dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Berarti dalam sehari pendapatan tukang parkir itu SEDIKITNYA 12 x Rp 5.000,- = Rp 60.000,- (apa iya, dalam sejam Cuma 5 kendaraan yang parkir?)

Rp 60.000,- di kalikan 30 hari = Rp 1.800.000,- . Kalo kita tambahkan, misalkan dalam satu jam yang parkir rata-rata 7-10 kendaraan, coba saja di kalikan 2 lagi , berarti dalam sebulan kurang lebih 3 – 3,5 juta laaah

Jabatan boleh tukan ojeg, profesi boleh tukang parkir, tapi pendapatan amat jauuh melampaui pendapatan yang di hasilkan pegawai macam saya , yang nota bene : saya sarjana loooh! – Yang sudah pasti dari pekerjaan mereka itu adalah, nggak ketemu sama muka-muka munafik & penjilat sekaligus tidak bekerja di bawah tekanan

Apalah artinya sebuah jabatan? 

Seorang teman dekat saya yang berencana akan pulang ke kampungnya untuk (mencoba) mengais rezeki di sana, kurang lebih bilang gini,
“nggak akan pernah cukup selama kita bekerja untuk orang lain, kebutuhan hidup, anak sekolah dan lain-lain, mending balik aja ke Papua”

Teman saya yang lainnya lagi, yang memang bekerja di Kalimantan juga pernah berkata;
“Jakarta itu bukan untuk mencari uang, tapi untuk buang uang, cari uang itu disini”

Jadi mikir dobel deh sekarang, alih profesi aja, apa yaaa ….

Rabu, 30 Mei 2012

PRIA BERBINTANG TAURUS


Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, it was about 25 tahunan yang lalu, di mana saya sudah mengenal lawan jenis, biasanya saya akan mencari tahu, tanggal lahir cowok yang saya taksir. Kalo sudah tahu kapan ulang tahunnya, saya akan mencari tahu apa nih zodiacnya? cocok nggak ya sama zodiac saya, Gemini?

huhehehe

Konon, karakter seseorang secara umum dapat di lihat dari rasi bintangnya, meskipun kita belum mengenal orang tersebut secara pribadi. Untuk melengkapi pengetahuan saya tentang karakter orang berdasarkan bintangnya, teman-teman terdekat dan keluarga saya pun saya jadikan obyek – mengetahui sifat dan karakternya melalui zodiac.

Seingat saya, ada beberapa rasi bintang yang tidak familiar dalam kehidupan saya.  Pertama, karena ngga ada keluraga dan teman dekat saya berbintang tersebut. Kedua, belom pernah pacaran dengan cowok – yang zodiacnya itu.
Scorpio, Capricorn, Leo, Libra, Cancer, Aries, adalah rasi-rasi bintang yang sangat akrab dalam kehidupan saya, sampai kemudian saya berjumpa dengan pria berasi bintang Taurus.

Heh? Taurus? Bintang apa itu? Lambangnya gimana? Ah, bintang yang aneh namanya.

Dan mulailah hari-hari saya dilalui bersama Pria Taurus.

Sifat Pria Taurus sederhana, dan cenderung pendiam. Kalaupun ada Pria Taurus yang cerewet dan banyak cerita – mungkin karena biar bagaimanapun, tiap manusia punya sifat yang berbeda. Mungkin maksud pendiam disini adalah, Pria Taurus cenderung Tenang, Calm, Cool. Dalam ketenangannya biasanya Pria Taurus tengah mengamati & menganalisa lawan bicara atau sekitarnya.

Pria Taurus orang yang tulus, bahkan pada orang yang sebenernya tidak disukainya. Banyak kenal dengan orang, tapi memiliki sedikit teman. Ia mencari teman secara kualitas, bukan kuantitas. Pria Taurus kadang suka terlihat “sendiri” di tengah keramaian. Pria Taurus bukan tipikal yang peduli akan omongan orang yang memberi penilaian tentang dirinya.

Pria Taurus tidak mudah memahami sesuatu, tapi secara bertahap akan mempelajarinya dan akhirnya bisa menemukan sendiri jawabannya. Pria Taurus bekerja dengan OTAK, bukan dengan OTOT. Itulah mengapa ia akan membiarkan orang lain bersaing, tanpa harus terlibat di dalam persaingan tersebut. Ia seorang yang pemikir dan agak mendetail. Pria Taurus memikirkan hal 10 langkah di depan, ketika yang lainnya baru memikirkan 5 langkah ke depan.

Pria Taurus tidak mudah percaya orang, kadang kita menilainya dia seperti apriori. Tapi dia akan memberikan kepercayaan penuh, pada saat ia sudah mengenal sepenuhnya orang tersebut. 

Pria Taurus tidak suka berbohong. Tepatnya, tidak bisa berbohong. Jika dia merasa – butuh berbohong – ia akan berusaha mengatakannya dengan cara lain atau memilih untuk tidak mengatakan apapun. Jadi, jika di suatu kesempatan dia ternyata berbohong – agak sulit untuk mengetahuinya. Maka dari itu, Pria Taurus terkenal pandai menyimpan rahasia – alias nggak embeeeer.

Jika harus memilih, Pria Taurus akan memilih wanita cerdas. Dia membutuhkan lawan bicara yang “sepadan” untuk bertukar fikiran. Ia sangat romantis, tapi bukan pengumbar rayuan. Ia menyukai wanita apa adanya.  Pria Taurus tipikal berfikir dulu sebelum bertindak.

Pria Taurus orang yang ulet bekerja dan konsisten, serta bertanggung jawab dalam hidupnya. Ia memilih diam untuk mengalah daripada membuang energi untuk berdebat pepesan kosong. Tapi kalo sudah marah, iiiii …. Atuuuut !

Tapi sayang, Pria Taurus bukan pengambil keputusan yang “baik” – cenderung menyerahkan keputusan pada orang terdekat nya, bahkan untuk dirinya sekalipun 

Ah, engkau Pria Taurus … betapa saya sangat mengagumi mu. Kenapa nggak dari dulu ya, punya temen Taurus? 

Jodoh Taurus : Scorpio, Cancer, Libra, Virgo, Capricorn

LAH, KOK NGGAK ADA GEMINI ?!!!

Senin, 21 Mei 2012

THE SIGN

Dear Arie, 

Pernah ngga kamu mendapat sebuah sign, atau tanda, yang mungkin sebenarnya itu mengisyaratkan akan sesuatu? Dulu temen saya suka Curhat, kalo tiba-tiba perasaannya ngga enak. Saya suka godain
"kasihkan kucing saja" .
"Beneran, Ki! elu mah becanda mulu ah! kayaknya bakalan terjadi sesuatu di kantor deh" gitu katanya.  Sorenya dia bbm , dan bilang
"bener kaan kiii, bosss gue ngamuk-ngamuk di kantor, dan gue kena semprot ..."
saya cuma kasih emoticon ketawa ngakak

Kamu tau Rie? Sign atau tanda, sejatinya adalah sebuah Firasat, kalo bahasa bagusnya intuisi, kalo buat di pakaikan ke objek binatang, kita bilang nya insting. Jawaban sebuah firasat, tidak selalu datang kepada diri kita, karena bisa juga Firasat merupakan pertanda akan terjadi sesuatu pada seseorang yang dekat dengan kita

Firasat adalah sebuah perasaan yang paling sering kita abaikan keberadaannya, padahal jelas-jelas mengusik hati kita.   Kata teman ku yang lain nya ,
"itu karena kita sering mengingkari perasaan dan berharap hal tersebut tidak terjadi'

The Sign satu ini sebenernya merupakan pengalaman ke dua saya, di mana orang yang saya kenal baik, ternayata akan meninggalkan saya untuk selama-lamanya. katanya, kalo orang mau "pergi jauuh", dia akan memberikan tanda sejak 40 hari sebelom hari nya? Tapi pertanda yang satu ini tidak datang dari orang tersebut, melainkan dari diri saya sendiri.

Sudah seminggu lebih saya mencari orang yang bisa membantu membuatkan software untuk inventory kantor, saya tanya sana sini, termasuk atas saran suami saya, untuk menghubungi Kamu yang memang - sepertinya - berkecimpung di bidang itu. Setelah mencari tau no HP kamu ke Icha, saya kirimkan pesan pendek. beberapa jam kemudian kamu membalas , dengan penuh keterkejutan
"Apa kabar mbak? wahh tumben ada apa ini? ya, telpon saja, saya sudah di rumah" .
Keterkejutan kamu ini beralasan, karena kita terakhir berjumpa pada acara buka puasa bersama tahun 2011 di Kemang, dan komunikasi kita hanya sebatas komentar di facebook, kan?

Percakapan singkat kita, tidak lebih dari 10 menit, tanpa menyiratkan apa-apa. hanya bicara tentang kabar dan keperluan saya menghubungi mu. Besok nya selepas makan siang, kamu  gantian yang menghubungi saya melalui instan messenger WhatsApp. intinya kamu berjanji akan memberi saya kabar secepatnya tentang keperluan saya tadi malam. percakapan selesai, karena kamu harus melanjutkan pekerjaan, begitu juga dengan saya.

Keesokan harinya, sekitar pukul , yaaa ... 4 sorean lah, time line di twitter saya penuh dengan berita jatuhnya sebuah pesawat , dan ada semacam perasaan aneh di hati saya, tapi saya tidak bisa menjelaskan apa. Sepanjang jalan pulang, saya teringat lagi pada berita-berita tadi twitter. Dalam sejarah banyak pesawat yang jatuh di tahun-tahun lalu, saya tidak pernah merasa seperti ini. Dan ketika mau tidur, lagi-lagi hati saya berasa "muram" , dan kemudian membangunkan suami saya, yang kondisinya sudah 3/4 tertidur

"Pop, bangun ... kita berdoa'a yuk, sebelom bobo ... doa buat itu, para penumpang pesawat yang jatuh di gunung salak, seandainya masih ada yang selamat, kasihan, pasti mereka kedinginan, sekarangkan lagi hujan"
ujar saya pelan, dengan hati yang ... nggak ngerti, kayak mau nangiss, aja

Jujur Rie, saya jaraaaang berdoa sebelom tidur (kecuali tidur sama anak, pencitraan dikit lah), apalagi berdoa ngajak-ngajak orang, meski orang itu suami sendiri. Seingat saya itu bukan "saya banget" deh.

Keesokan harinya, twitter saya full mention dari teman-teman yang mengabarkan kalo Ari Yusuf, anak Akindo, adalah salah satu manifest sukhoi yang jatuh tersebut.
Whats?! it's imposible. Nama Arie Yusuf cuma 1, dan itu kamu ... Apa hubungannya kamu bisa ada di pesawat?
saat itu juga saya hubungi no kamu Rie, yang dalam daftar REDIAL di Blackberry saya pun masih pada posisi paling atas ! 

nomor kamu tidak dapat di hubungi

Hari itu saya cuma bisa saling SMS an, DM an di twitter, bbm an, dengan teman-teman sambil air mata ngga berhenti ngalir di pipi. Apakah 2 hari kemarin adalah pertanda? Tidak bukan. Saya masih mengingkari.
Ya Tuhan, kenapa Arie? tanya saya dalam hati. Kenapa orang yang saya Kenal, orang yang kemarin masih berbincang dengan saya?
dan kelak pertanyaan tersebut saya sesali, karena artinya saya tengah mempertanyakan akan kuasa Tuhan. ini sudah Takdir & jalanNya, dan saya meyakini itu. Ditengah kesedihan & duka yang saya rasakan, saya bersyukur masih di beri kesempatan berkomunikasi terakhir dengan kamu, Rie. itu lah sign terakhir dari kamu untuk saya, sign yang sampai sekarang masih sulit rasa nya untuk bisa saya percaya , tapi itulah ada nya

Kamu inget status terakhir mu di WhatsApp?
"at school. school of life" .
Ya, sahabat ... kini kamu sudah Lulus sekolah , sekolah kehidupan, kamu sudah ngga belajar lagi disini. Kelak saya pasti akan Lulus juga, menyusul mu di sana. 

Saya Janji, akan selalu mengunjungi mu, melalui mesin waktu, yang saya sebut sebagai KENANGAN , kenangan kebersamaan kita pada saat silaturrahmi buka puasa , nikahan Ocky atau yang lainnya . 

Selamat Jalan Arie ...