CURCOL

Curcol (19) fenomena (20) Fiksi (9) Opini (18)

Rabu, 08 Februari 2012

Boneka Nohara

Daisy menyimpan boneka berambut ikal dengan mata yang bisa berkedip itu baik-baik, dalam sebuah lemari kaca. Dulu boneka ini pernah diberikan oleh salah seorang donatur Panti yang baik, saat Daisy umur 6 tahun. Pada waktu itu, anak-anak penghuni panti ini pun dapat mainan semuanya, tapi memang sih, cuma boneka Daisy yang paling bagus diantara mainan yang lain. Daisy memberi nama bonekanya Nohara.

3 tahun lalu, saat terjadi gempa di kota ini, Nohara hilang, karena Daisy tidak sempat menyelamatkannya. Ibu Panti buru-buru menggendong Daisy sementara yang lain saling jerit dan histeris menyelamatkan diri. Alhamdulillah, tidak ada satupun korban nyawa pada peristiwa gempa itu. Tapi Nohara hilang. Dan kemarin, saat kerja bakti bulanan, entah dari mana datangnya, Nohara ada pada tumpukan dan onggokan barang-barang ngga guna di gudang. Daisy memang tidak pernah bermain di situ sebelumnya.

Penuh suka Cita, Daisy pun mengambil Nohara, membersihkannya, mencuci gaunnya. Lalu malamnya, Daisy mengumpulkan semua teman-teman, dan dia bercerita. Di depan daisy Duduk ke 4 sahabatnya, Michelle, Aura, Holy dan Sheila. "Kalian tentu ingat boneka ku, Nohara?"
"Ya , siapa yang bisa lupa, Nohara mainan terbaik yang ada" ujar sheila
"Benar, Nohara boneka terbaik diantara mainan Yang lain pada waktu itu, tapi ini memang rezeki ku, saat kita memilih kado tertutup dengan warna bungkus yang sama" jawab Daisy
"Aku bahagia, setelah hilang saat gempa lalu, kini dia kutemukan lagi" lanjut Daisy
"Mau kau apakan boneka itu?" tanya Aura
"Aku akan simpan baik2, aku ngga mau kehilangan dia lagi, mengingat usia ku sekarang, ngga mungkin juga main-main dengan nohara seperti 6 tahun lalu"

Holy yang sedari tadi diam, mengambil Nohara dari tangan Daisy. Dia putar2, memaikan rambutnya, mencium baju nya yang baru di cuci. Lalu mengembalikan ke daisy "Aku suka boneka Nohara mu" ujar Holy. Daisy tersenyum bangga. "Bolehkah aku meminjam Nohara sesekali, untuk bermain-main?" Tanya Holy hati-hati. "oh, tentu, dengan senang hati, kamu boleh bermain dengan nohara. Tapi jangan bawa keluar dari kamar ... aku ngga mau kehilangan Nohara lagi"

Begitulah, day by day, Nohara berada dalam lemari kaca di kamar Daisy. Dan Daisy tau, sesekali Holy bermain di kamarnya bersama Nohara. Kadang Daisy yang bertanya pada Holy "Kamu ngga main sama Nohara?" , dan Holy menjawab dengan senang "Sudah Kok" . Daisy senang, karena Nohara bisa membuat senang sahabatnya, Holy.

Hampir dua minggu Daisy disibukan dengan kegiatan panti. Mau ada acara. Perkumpulan Donatur. Daisy sibuk menyusun acara, melatih anak2 yang lebih kecil untuk menari dan bernyanyi. Dan dia teringat, mau membawa Nohara untuk jadi properti dari acara nanti. Daisy berlari hendak mengambil nohara dilemari kaca, dan ... tidak ada. Kamar ini begitu kecil, jadi tidak mungkin Nohara terselip dan tidak terlihat. Daisy langsung bertanya pada Sheila. "Katakan, kamu tau dimana Nohara?" tanya Daisy

"Kenapa kamu bertanya sama aku?"
"Apakah Nohara ada sama Holy?"
"Kenapa kamu tanya aku? Kenapa ngga tanya sama Aurel? Atau ke Holy nya langsung?"
"loh, kenapa kamu jadi nanya2 aku, kan aku yang sedang bertanya?" sanggah Daisy segera
"Baiklah, Nohara memang sama Holy, tapi dia takut mau bilang sama kamu" jawab sheila
"Takut apa?"
"Ya takut kamu marah!"

Daisy masuk kamar. Sedih. Dia nangis sambil memeluk guling. Bagi Daisy ini bukan perkara besar, tapi tetap menyakitkan. Daisy tau, dia sudah ngga mungkin bermain boneka klasik berambut ikal dan mata yang bisa berkedip itu. Dan dia sendiri juga akan rela memberikan, jika memang Holy memintanya baik-baik. Dalam pikiran jahat Daisy, Holy telah merebutnya dan bahkan mencurinya. Itu yang membuat Daisy sedih dan marah. Pintu Kamar tiba-tiba di ketuk. Daisy mengusap airmatanya. Dam mebukakan pintu. Holy di depannya, sambil menggendong Nohara.

"Ada apa?" tanya Daisy datar ...
"Maaf, aku tidak bermaksud mengambilnya, sudah lama aku mau bilang, kalo aku mau memintanya, tapi aku takut kamu marah"
"Pergilah, bawa Nohara jika kau Mau ... aku memang tidak berhak marah kan? sekarang tinggalkan aku"
Daisy menutup pintu. Dan tangisnya pun kembali pecah.

setelah bisa menguasai diri, Daisy mengambil secarik kertas, dan menulis surat buat Holy.

Holy sahabat ku
Kau tentu tau saat kita sama-sama di beri hadiah oleh para donatur. Kita begitu gembira menerima hadiah yang boleh kita pilih sendiri. Saat itu, kita bebas memilih bentuk hadiah dan besarnya, tapi kita tidak pernah tau apa isinya. Karena semua terbungkus dengan kertas cokelat. Dan ternyata, sudah menjadi anugerah ku, ternyata akulah yang mendapatkan Boneka yang ku beri nama Nohara.
Aku bangga, karena semua anak panti mengagumi hadiah Ku. Kamu tau kan, kalo Nohara menjadi boneka kesayangan ku.

Dan ketika bencana alam itu datang, menghancurkan tempat berteduh kita, juga membuat hilang Nohara, kamu tau kan kita semua berduka. Tapi Ibu Panti mengingatkan, kita masih beruntung, karena Tuhan selamatkan nyawa kita semua. Walaupun tiap malam aku masih menangisi Nohara. Ibu Panti waktu itu berjanji, kalau nanti pasti akan ada gantinya
Holy, saat ku temukan lagi Nohara, aku bahagia sekali, aku ngga menyangka, karena ku anggap Nohara sudah hilang berikut bangunan panti kita yang dulu. Tapi aku sadar, aku sudah ngga mungkin bermain-main dengan Nohara seperti dulu, karena sekarang banyak yang mesti aku lakukan. Tapi aku masih menyayangi Nohara. Makanya Nohara tetap ku rawat, meski hanya di tarok dlm lemari kaca.
Kamu tau kan, kalau aku mengizinkan kamu bermain-main dengan Nohara, tapi jangan keluar dari kamar? bahkan aku sering bertanya, apakah kamu sudah bermain dengan Nohara hari ini? Tapi kamu ngga pernah bilang atau menunjukkan, bahwa kamu menginginkan Nohara, bahkan ingin memilikinya. Kamu memilih mengambilnya diam-diam ... dengan alasan, takut aku marah.

Pertanyaanku? Salah jika aku marah? Salah kalau aku kecewa dengan sikap Mu? Salah kalau aku Sakit? Mungkin harusnya tidak kan? Karena toh aku cuma majang dan sudah ngga main-main dengan Nohara. Aku ngga boleh marah, karena kamu lebih membutuhkan Nohara dari aku gitu kan? Lagian, ini cuma boneka, gitu kan?

Surat itu kulipat, dan ku masukan dalam amplop, lalu ku letakkan di kolong pintu kamar Holy.

Sejak mengirimkan surat itu, suasana Panti jadi ngga enak. Daisy & Holy saling diam. Aura, Michelle dan Sheila jadi serba salah.

"Kamu tau, kamu sudah menyakiti hati Holy" ujar sheila suatu hari, saat mereka duduk2 di taman.
" Oh, gitu Ya?" jawab Daisy datar. "Aku? ngga berhak sakit hati? Gitu kan?"
"Ya, bukan gitu ... aku mencoba netral disini" sanggah sheila
"Tapi dari omongan mu tadi, kamu sudah ngga bersikap netral" ujar daisy masih santai

Michelle berusah lebih bijak
"Jangan curhat sama aku, atau yang lain, ini masalah yang bisa menyelesaikan cuma Kamu dan Holy, Oke?"

Aura mencoba lebih Objektif, bahkan sambil tertawa-tawa
"Benernya wajar, kamu ada rasa marah, dan Holy tau kamu bakalan marah ... makanya dia ngga berani bilang pada awalnya, tapi ... dia jadi ngga terima saat kamu beneran marah ... hahahaha"

Daisy amat bahagia tinggal di Panti ini. Bersama saudara-saudara dan sahabat-sahabat senasib. Dengan suasana yang ceria. Haru dan bahagia. Tapi kini Daisy merasa sendiri. Ngga ada lagi keceriaan seperti yang di maksud. Semua jadi serba canggung. Bahkan kini, setelah Daisy mencoba mengikhlaskan Boneka klasik berambut ikal dan bisa berkedip yang diberi nama Nohara pada Holy, Holy malah mendiamkan dirinya. Beberapa teman seperti menajaga jarak pada nya. Ah, Daisy jadi bingung ...
Seakan Daisy lah Demon nya ...

Andaikan kemarin dia ngga nemuin lagi Boneka Nohara
Andaikan kemaren dia ngga ngizinin Holy bermain-main dengan Boneka Nohara
Andaikan ... andaikan ... andaikan ....

Daisy menatap bangunan panti berwarna hijau pupus dari kejauhan ... Di tangannya ada travel bag berisi pakaian ... Daisy meneteskan air mata nya. Dan Dia memilih pergi dari panti, entah kemana, entah sampai kapan ...




MEI 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar